7 sifat binatang pada tukang mabuk
Alkisah, pada masa Nabi Nuh. Ia memiliki pohon anggur. Pohon anggur yang cukup usia untuk berproduksi. Tentu, anggur adalah buah yang nikmat untuk dikonsumsi. Sayang, pohon anggur tersebut sangatlah mandul. Buah yang dinanti tidaklah pernah tumbuh.
Nabi Nuh sendiri agak bingung. Ia merasa merawat pohon dengan baik. Hingga iblis pun mulai menggoda Nabi Nuh. Ia sarankan Nabi Nuh untuk mengambil darah 7 hewan. Darah hewan yang telah diambil nantinya dicampur menjadi satu. Setelah itu, disiram pada pohon anggur yang mandul. Adapun 7 darah hewan itu adalah beruang, singa, macan, anjing, kucing, anjing, kancil dan ayam jago.
Walhasil, pohon anggur menjadi subur. Buahnya sangat lebat dan ranum. Buah anggurnya pun dapat diolah hingga 70 warna dan 70 rasa. Nabi Nuh pun sangatlah senang. Usahanya telah berhasil. Orang-orang pun dapat ikut menikmati.
Namun, selang tidak lama. Nabi Nuh sangatlah kaget. Sifat orang-orang yang mengkonsumsi anggur berubah. Sifat 7 binatang yang darahnya ia campur dan ia siramkan ke pohon anggur, menjadi sangat terlihat. Mereka merasa kuat seperti beruang, merasa berani seperti singa, pemberang seperti macan, pencuri seperti kucing, menyerang seperti anjing, pendendam seperti kancil, dan suka menantang seperti ayam jago.
Kisah yang diambil dari kitab Durratun Nashihin/Hayyatul Qulub ini, diceritakan oleh Ust. Anant, berusia 45 tahun. “ Khomer adalah biang jahat,” jelasnya. Pecandu bukanlah orang jahat, melainkan orang bodoh. Dengan kebodohan yang dilakukan, tak jarang kejahatan dilakukan.
Khomer bukanlah barang baru di dunia ini. Barang yang membawa manusia fly ini, sudah ada sejak jaman dulu. Bahkan sejak jaman para nabi. “ Nabi pernah berkata, nantinya khomer akan berubah nama dan wujud,” jelas penyanyi dan pencipta lagu rohani ini. Bentuknya pun berubah-ubah. Dari cair, serbuk, pil hingga batangan. Namadan jenisnya pu bermacam-macam, baik dari khomer, heroin, sabu, hingga putauw.
“Konsumsilah makanan yang Halalan Thoyyiban,” imbuh pria yang sedang merilis buku Air Mata Tahajjud ini. Halalan adalah makanan yang sehat bagi jiwa, sedangkan Thoyyiban adalah sehat bagi jasmani.
Pemilik album “Air Mata Tahajjud” ini mengatakan, pengguna haruslah diberi tahu kebodohannya dan disuruh takut pada Allah. Selain itu, menemani dan bicara dari hati ke hati adalah solusi paling tepat. Dalam setiap dakwahnya, ia selalu menjelaskan kerugian menggunakan narkoba. “Narkoba adalah barang yang merusak, baik jasmani maupun jiwa,” jelasnya. Fikri.

Tinggalkan Balasan